Selasa, 01 Februari 2011

PERTEMANAN

Kuliah sangat berbeda dengan waktu di sekolah, banyak sekali ketidakadilan di sini,mereka yang punya uang akan berkuasa dalam akademik dibanding anak dari keluarga biasa. Dari inilah saya bangkit, tadinya saya berteman dengan mereka malah bisa dibilang hampir bersahabat tetapi lama kelamaan hati melawan, tidak sesuai hati nurani saya. Kehidupan mereka berbeda dengan saya, mereka bisa terus hang out keluar hampir setiap hari mengeluarkan uang, sangat berbeda jauh dengan saya yang harus setiap hari membantu orang tua saya di toko untuk biaya kuliah saya dan adik saya,selain itu yang sangat bertentangan dengan hati saya adalah kecurangan mereka dalam akademik, apalagi ketika melihat hasil mereka lebih tinggi dibanding temen lainnya yang belajar dengan serius tanpa kecurangan, hati ini berteriak"it's not fear".
Pada saat itu saya memutuskan untuk menegakan keadilan tetapi hal itu banyak terganjal,selain itu saya juga harus mengorbankan yang bisa disebut sahabat,saya sangat sayang dengan salah satu diantara mereka seperti saya anggap adik sendiri, tetapi saya tidak ingin melihat dia bingung,bosen, dan sedih.Sehingga saya menurunkan hubungan saya dengan dia hanya menjadi teman.Dari sini saya banyak mendapat fitnah,kebencian dari teman-teman saya yang bisa saya liat dari mata mereka, mencibir saya di belakang saya,dan saya tau apalgi yang mereka lakukan,mungkin mereka pikir saya adalah teman yang jahat,ada yang bilang habis manis sepah dibuang,sebenarnya mereka tidak tahu alasan saya yang sebenarnya,dan mungkin mereka pikir saya tidak sedih tetapi Selama beberapa hari saya selalu menangis dan tidak bisa tidur nyenyak bahkan sampai mimpi buruk karena terlalu memikirkannya.
Tetapi saya menemukan teman-teman yang mendukung saya ketika itu mereka menguatkan saya,ternyata di kelas itu saya tidak sendiri ketika saya kehilangan teman yrang lain saya menemukan teman yang lain yang mungkin lebih baik dan yang terpenting mereka sama dengan saya, tidak suka cheating,boros dalam uang dan waktu, face the future. semoga kali ini pun saya tidak salah pilih ya ALLAH, semakin kuatkan hubungan pertemanan ini menjadi persahabatan,sebuah persahabatan yang sangat menjunjung kebenaran.. :)

Senin, 17 Mei 2010

Anak Sulung

Menjadi anak pertama dalam suatu keluarga adalah sesuatu hal yang berat apalagi jika anak sulungnya itu adalah perempuan dan mempunyai adik laki-laki yang cuma berbeda umur 1 tahun. Anak pertama harus mengalah, mengalah dan terus mengalah dengan adiknya tidak tahu itu sampai kapan. Harus selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh adiknya karena adiknya bukan hanya tanggung jawab orang tuanya tapi juga tanggung jawab kknya. Bila dia menjadi seorang yang buruk bukan hanya ibu atau ayah yang akan meneteskan air mata tapi seorang kk juga apalagi dia akan merasa lebih menyesal dan emosi lebih meluap dibandingkan orang tua. Mempunyai adik laki-laki lebih sulit diatur. Mereka mempunyai watak lebih keras,apalagi jika perbedaannya hanya 1 tahun, malah dia mgkin menganggap bukan lagi sebagai kakak tapi sebagai adiknya yang lebih mudah ditindas.. :( harus mempunyai ekstra sabar yang lebih besar. Seharusnya seperti itu tapi saya bukanlah seorang manusia yang mempunyai ekstra kesabaran malah saya orang yang sangat tidak sabaran dengan emosi yang meluap-luap. Saya selalu memarahi dan mebentak-bentak dia, saya tahu saya salah tapi itu juga demi kebaikannya. Saya ingin memeberitahu dia dengan cara yang lebih baik dengan kelembutan hati seperti sayamemberikan nasihat kepda teman-teman saya, tapi entah kenapa jika dengan adik saidak ya rasanya darah yang dari bawah langsung naik keatas dan saatnya untuk diledakan. Apalagi sekarang saat saya dan dia sedang tumbuh dalam proses pendewasaan dan mencari jati . Saya ingin mendampinginya tapi ia susah untuk diajak bertukar pikiran, ia selalu mencoba sendiri. Dan ketakutan saya akhirnya pun sepertinya akan terealisasikan sekarang ia berpacaran dengan orang yang saya tahu bagaimana sifatnya. Tiba- tiba dia sekarang berubah, dia hanya berpeikran pacaran dan tidak tahu lagi saya pa yang ada di dalam pikirannya. Dia agak tidak mau melanjutkan kuliah, kerja juga tidak mau,saya tidak tahu apa yang ia mau. sekarang ia selalu menyndiri dan mengunci diri di dalam kamar. Orang tua saya selalu menanyakan bagaimana adiknya, adiknya dinasehati, dll. Saya seperti seorg penjahat yang sedang dimintai pertanggung jawaban. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Yang saya lakukan setiap malam hanya menangis dan berdoa untuknya. Menangis karena menyesali tindakan-tindakan saya dahulu..
Seandainya saya diberi waktu untuk memperbaiki seluruh kesalahan saya,saya akan memperbaiki kesalahan saya ke dia dan selalu membimbingnya sampai ia menemukan jati dirinya yang baik. Tuhan tolong jaga dan berikan ia jalan yang benar..