Menjadi anak pertama dalam suatu keluarga adalah sesuatu hal yang berat apalagi jika anak sulungnya itu adalah perempuan dan mempunyai adik laki-laki yang cuma berbeda umur 1 tahun. Anak pertama harus mengalah, mengalah dan terus mengalah dengan adiknya tidak tahu itu sampai kapan. Harus selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh adiknya karena adiknya bukan hanya tanggung jawab orang tuanya tapi juga tanggung jawab kknya. Bila dia menjadi seorang yang buruk bukan hanya ibu atau ayah yang akan meneteskan air mata tapi seorang kk juga apalagi dia akan merasa lebih menyesal dan emosi lebih meluap dibandingkan orang tua. Mempunyai adik laki-laki lebih sulit diatur. Mereka mempunyai watak lebih keras,apalagi jika perbedaannya hanya 1 tahun, malah dia mgkin menganggap bukan lagi sebagai kakak tapi sebagai adiknya yang lebih mudah ditindas.. :( harus mempunyai ekstra sabar yang lebih besar. Seharusnya seperti itu tapi saya bukanlah seorang manusia yang mempunyai ekstra kesabaran malah saya orang yang sangat tidak sabaran dengan emosi yang meluap-luap. Saya selalu memarahi dan mebentak-bentak dia, saya tahu saya salah tapi itu juga demi kebaikannya. Saya ingin memeberitahu dia dengan cara yang lebih baik dengan kelembutan hati seperti sayamemberikan nasihat kepda teman-teman saya, tapi entah kenapa jika dengan adik saidak ya rasanya darah yang dari bawah langsung naik keatas dan saatnya untuk diledakan. Apalagi sekarang saat saya dan dia sedang tumbuh dalam proses pendewasaan dan mencari jati . Saya ingin mendampinginya tapi ia susah untuk diajak bertukar pikiran, ia selalu mencoba sendiri. Dan ketakutan saya akhirnya pun sepertinya akan terealisasikan sekarang ia berpacaran dengan orang yang saya tahu bagaimana sifatnya. Tiba- tiba dia sekarang berubah, dia hanya berpeikran pacaran dan tidak tahu lagi saya pa yang ada di dalam pikirannya. Dia agak tidak mau melanjutkan kuliah, kerja juga tidak mau,saya tidak tahu apa yang ia mau. sekarang ia selalu menyndiri dan mengunci diri di dalam kamar. Orang tua saya selalu menanyakan bagaimana adiknya, adiknya dinasehati, dll. Saya seperti seorg penjahat yang sedang dimintai pertanggung jawaban. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Yang saya lakukan setiap malam hanya menangis dan berdoa untuknya. Menangis karena menyesali tindakan-tindakan saya dahulu..
Seandainya saya diberi waktu untuk memperbaiki seluruh kesalahan saya,saya akan memperbaiki kesalahan saya ke dia dan selalu membimbingnya sampai ia menemukan jati dirinya yang baik. Tuhan tolong jaga dan berikan ia jalan yang benar..
Senin, 17 Mei 2010
Langganan:
Postingan (Atom)